← Semua topik
Topik RisetDiperbarui 19 Okt 2026

MK Tak Temukan Ijazah Gibran, Legislator PKB Bicara Peluang Pemakzulan

Riset mode-analis: volume per platform, leaderboard engagement, rantai sumber, dan sampel sentimen publik.

Snapshot data: 19 Okt 2026 (volume & leaderboard) · 13 Okt 2026 (sentimen) · 12–14 Okt 2026 (perkembangan berita)

29 jt

Views YouTube

25 video teratas (API, 19/10/2026)

2,1 jt

Total engagement terukur

6 platform, 19/10/2026

1,3 jt

Engagement TikTok

platform teramai

52,9%

Mendukung gugatan

sentimen 240 komentar

Ringkasan

Ringkasan eksekutif

Putusan MK 6 Oktober 2026 (perkara 01/PHPU.PRES-XXIV/2026): permohonan dinyatakan tidak dapat diterima karena legal standing, tetapi dalam pertimbangannya hakim menyatakan MK tidak menemukan bukti ijazah setara SMA atas nama Gibran Rakabuming Raka.

Volume percakapan terbesar yang terukur per 19/10/2026: TikTok memimpin engagement (1,3 jt dari 54 video TikTok terakumulasi), disusul Facebook (374,5 rb dari 15 postingan teratas), YouTube (306 rb engagement dari 25 video teratas dengan 29 jt views), Threads (0), Instagram (0), dan X/Twitter (41,9 rb).

Sentimen 240 komentar nyata (13/10): mendukung gugatan 52,9% — mayoritas di YouTube (90%); menolak gugatan 36,3% — mayoritas di TikTok (70%); netral 10,8%. Net sentiment score +16,6. Publik terbelah tajam antar platform.

Status per 19 Okt 2026: Pansus belum dibentuk, belum ada usulan resmi pemakzulan, Gibran tetap menjabat. Perkembangan 12–14/10: tim Khozinudin datangi DPR (mohon aktifkan Pasal 7A/7B) + lapor Bareskrim; AKSI audiensi ke Golkar; arahan Presiden PKS kaji hak angket; Jimly Asshiddiqie desak Pansus; Guntur Romli (PDIP) dukung gagasan Pansus Andi Arief — semua aspirasi, bukan keputusan resmi.

Social analytics

Volume & engagement per platform

Sinyal volume percakapan per platform — angka terukur, bukan estimasi.

YouTube

29 jt

Views

218,7 rb

Likes

87,4 rb

Komentar

25 video teratas via YouTube Data API (keyword 'ijazah Gibran', 19/10/2026). Engagement = likes + komentar.

Instagram

0

Likes

0

Komentar

Akumulasi 0 postingan teratas hasil pencarian sosial (19/10/2026).

Threads

48,2 rb

Engagement

22 teratas

Postingan

0 postingan teratas hasil pencarian keyword Threads (19/10/2026). Engagement = likes + balasan + repost.

Facebook

lihat leaderboard

Likes

Leaderboard per akun tersedia di section Social Analytics. Kolom shares tidak tampil di tool.

TikTok

0

Views

1,2 jt

Likes

80,3 rb

Komentar

54 video TikTok terakumulasi sejak 13/10/2026 — video yang pernah terekam tidak dikeluarkan walau keluar dari 25 besar pencarian harian (19/10/2026). Engagement = likes + komentar + shares (tertinggi yang pernah tercatat per video).

X / Twitter

41,9 rb

Engagement

9 teratas

Postingan

9 postingan teratas via Bright Data X Posts scraper (12/10/2026). Engagement = likes + replies + reposts.

Leaderboard engagement — akun paling ramai

Instagram

Top 10 postingan berdasarkan likes · hashtag #ijazahgibran, 19/10/2026

#AkunJenisLikesKomentarTanggalCatatan
1Kreator18,1 rb5,1 rb24/9/25Ijazah Gibran diragukan
2Kreator17,2 rb7,8 rb5/11/25Roy Suryo pamer dokumen Sydney
3Media14,6 rb86511/10/25Arsul Sani singgung ijazah
4Media14,5 rb1,9 rb11/10/26Babak baru dinamika politik
5Media11,8 rb2,9 rb26/11/25Roy Suryo sanggupi pembuktian
6Media6,3 rb299/8/26Sayembara Denny Indrayana
7Kreator5,6 rb51922/9/26Andai MK nyatakan tak berijazah
8Kreator5,4 rb31522/9/26MK bongkar dapur istana
9Media3,6 rb43312/10/26Polemik ijazah Wapres
10Media1,6 rb1939/10/26Themis Law Firm gugat

Facebook

Top 8 postingan berdasarkan engagement · social.search (3 putaran query), 19/10/2026

#AkunJenisLikesKomentarTanggalCatatan
1Reel/Video44 rb7,9 rb2/10Komentar politik berbaju merah
2Reel/Video25 rb6,1 rb6/10Komentar malam putusan MK
3Media17 rb12 rb8/10Carousel 3 slide
4Reel/Video19 rb6,4 rb3/9Komentar multi-panel
5Publik figur19 rb3,5 rb7/10Infografis putusan MK
6Media9,7 rb11 rb7/10Carousel Tribun Network
7Reel/Video17 rb2,3 rb5/10Komentar pra-putusan
8Komunitas12 rb5,2 rb12/10Diskusi gedung DPR

Sentimen publik

Overall sentiment

Klasifikasi per komentar atas 240 komentar nyata dari video teratas TikTok & YouTube, 13/10/2026. "Mendukung gugatan" = kritik terhadap Gibran / mendukung diskualifikasi, Pansus, atau pemakzulan; "Menolak gugatan" = pembelaan terhadap Gibran / menganggap isu tidak berdasar. Sampel dari video teratas — bukan sensus seluruh komentar.

27,3 rb

Komentar di video sumber

6 video teratas TikTok & YouTube

52,9%

Mendukung gugatan

Kritik Gibran, dukung diskualifikasi

36,3%

Menolak gugatan

Bela Gibran, anggap isu fitnah

+16,6

Net sentiment score

Mendukung − menolak (pp)

Mendukung gugatan: 127 (52.9%)Menolak gugatan: 87 (36.3%)Netral: 26 (10.8%)52,9%Mendukung gugatan
  • Mendukung gugatan127 · 52.9%
  • Menolak gugatan87 · 36.3%
  • Netral26 · 10.8%

Tema dominan

  • Kritik keras soal keadilan: “rakyat biasa wajib ijazah, wapres tidak”
  • Pembelaan berbasis perbedaan sistem pendidikan luar negeri (O-Level / jalur pathway Singapura)
  • Debat kewenangan: MK tak bisa mendiskualifikasi — bola panas pindah ke DPR/MPR
  • Wacana Pansus & pemakzulan (Pasal 7A/7B UUD 1945)

Tema dirumuskan kualitatif dari sampel komentar — bukan hasil klasifikasi otomatis.

Jejak peristiwa

Timeline

Dari akar isu hingga perkembangan terbaru — siapa mengangkat duluan, siapa melipatgandakan.

  1. 11 Mar 2026Akar isu

    Putusan KIP: dokumen penyetaraan pendidikan Gibran informasi terbuka

    Komisi Informasi Pusat mengabulkan permohonan Bonatua Silalahi; dokumen Grade 12 UTS Insearch Sydney 2006 dibuka ke publik.

  2. 9 Agu 2026Akar isu

    Denny Indrayana luncurkan sayembara ijazah via X

    Hadiah awal Rp100 juta membengkak hingga Rp10,25 miliar dalam sebulan; isu naik dari ranah hukum ke perhatian publik luas.

  3. 10 Sep 2026Akar isu

    Gugatan PHPU didaftarkan ke MK

    Jalur sengketa hasil pemilu ditempuh setelah sayembara ditutup.

  4. 6 Okt 2026 · 20:00Malam putusan

    Sidang pengucapan putusan MK dimulai

    Perkara 01/PHPU.PRES-XXIV/2026: permohonan tidak dapat diterima (legal standing), namun MK menyatakan tak menemukan bukti ijazah setara SMA.

  5. 6 Okt 2026 · 21:07Malam putusan

    Akun komunitas/kreator pecah duluan di Instagram

    @ngomonginuang, Pandemic Talks, @dj_donny, @mediaaskar memposting kabar putusan — bukan media resmi.

  6. 6 Okt 2026 · 21:47–22:07Malam putusan

    Akun resmi MK menyusul 40–60 menit kemudian

    Grafik resmi di Facebook (21:47) dan carousel Instagram @mahkamahkonstitusi (22:07, 93 rb likes).

  7. 6 Okt 2026 · malamWacana impeachment

    Refly Harun: “terbuka peluang pemakzulan”

    Kuasa hukum pemohon di depan gedung MK menyebut jalur DPR → MK → DPR → MPR — memicu wacana impeachment.

  8. 7 Okt 2026Wacana impeachment

    Wacana menyebar di Meta; politisi angkat bicara

    Kreator (Fathian Hafiz, Didi Lionrich) mengangkatnya; Deddy Sitorus (PDIP) menyebut celah Pasal 7A/7B, opsi Pansus dan/atau hak angket.

  9. 8 Okt 2026Wacana impeachment

    Eka Widodo (PKB, Komisi II) usul Pansus

    Mengusulkan pembentukan Pansus DPR + mekanisme Pasal 7A/7B agar polemik ijazah diselesaikan lewat jalur konstitusional — gagasan yang terus menguat dengan sambutan lintas tokoh dan fraksi.

  10. 10 Okt 2026Dukungan menguat

    Gagasan Pansus Eka Widodo disambut lintas partai

    Andi Arief (Demokrat): Pansus bisa jadi forum klarifikasi bagi Gibran sendiri. Guntur Romli (PDIP, 14/10): “Setuju, kalau tujuannya membersihkan nama.” Jimly Asshiddiqie (14/10) mendesak partai-partai berinisiatif membentuk Pansus.

  11. 11 Okt 2026Perkembangan

    Jokowi bicara; pemerintah & NasDem bersuara

    Jokowi: Gibran lulus SMA hingga S1, ikuti mekanisme konstitusi. Pemerintah: hormati putusan MK, tidak cawe-cawe. NasDem membantah surat pemakzulan yang beredar.

  12. 12 Okt 2026Perkembangan

    Komarudin (PDIP) buka opsi hak angket; komunikasi antarfraksi berjalan

    Komarudin: Gibran sebaiknya mundur; Pansus & hak angket opsi parlemen (pernyataan personal). Mardani (PKS): ada komunikasi antarfraksi soal wacana Pansus.

  13. 12 Okt 2026Langkah hukum

    Tim Khozinudin datangi DPR + lapor ke Bareskrim

    Tim Advokasi (Ahmad Khozinudin) serahkan permohonan pengaktifan Pasal 7A/7B UUD 1945 ke DPR; laporkan Suket Penyetaraan No. 9149 ke Bareskrim sebagai diduga dokumen palsu. Aspirasi penggugat, bukan tindak lanjut resmi DPR.

  14. 12 Okt 2026Perkembangan

    AKSI audiensi ke Doli Kurnia (Golkar)

    Aliansi Kolektif Sipil (Formappi, SAKTI, akademisi) minta Fraksi Golkar bersikap resmi & prakarsai hak angket/hak menyatakan pendapat. Doli hanya janji meneruskan ke pimpinan fraksi — bukan dukungan.

  15. 12 Okt 2026Perkembangan

    Abdullah (PKB, Komisi III/Baleg): “jika tidak hari ini, mungkin minggu depan…”

    Akui desakan publik soal pansus/angket; masih pelajari putusan MK secara utuh. Minta jangan spin putusan MK; akan ikuti konstitusi dan pelajari kaitan Pasal 7A/7B.

  16. 12 Okt 2026Perkembangan

    Presiden PKS perintahkan Fraksi kaji hak angket untuk Pansus

    Al Muzzammil Yusuf meminta Fraksi PKS mengkaji usulan hak angket + membangun komunikasi dengan fraksi lain dan pimpinan DPR; menyoroti KPU & Kemendikdasmen.

  17. 13–14 Okt 2026Wacana impeachment

    Jimly Asshiddiqie: dua dasar impeachment, desak Pansus

    Mantan Ketua MK: impeachment bisa diproses dengan 2 dasar uji MK (dugaan perbuatan tercela akun Fufufafa; bukti baru syarat administrasi pilpres); berharap partai-partai tergerak berinisiatif membentuk Pansus.

Statistik data

Metodologi & batasan

Transparan soal apa yang diukur, bagaimana, dan apa yang tidak bisa diklaim.

Ukuran sampel

Engagement TikTok: 54 video terakumulasi (aturan 19/10/2026: video yang pernah terekam tidak dikeluarkan walau keluar dari 25 besar harian); IG 0 postingan + Threads 0 postingan + 25 video YouTube + 119 postingan FB + 9 postingan X (19/10/2026). Sentimen: 240 komentar nyata (TikTok 120, YouTube 120, 13/10/2026) diklasifikasi per komentar.

Metode

  • Pencarian keyword TikTok & Threads + hashtag Instagram via CaptAPI; Facebook via social.search (2 putaran query); YouTube via YouTube Data API resmi; X via Bright Data
  • TikTok: video terakumulasi sejak 13/10/2026 — setiap video menyimpan engagement tertinggi yang pernah tercatat, tidak dikeluarkan walau keluar dari 25 besar harian
  • Komentar diambil dari 3 video teratas per platform (TikTok & YouTube)
  • Klasifikasi sentimen per komentar (mendukung/menolak/netral terhadap gugatan)
  • Statistik agregat dihitung dari hasil klasifikasi per komentar

Cakupan sumber

  • TikTok, YouTube, Threads, Instagram, Facebook, X — angka yang benar-benar tampil di tool, bukan estimasi
  • X/Twitter: data 12/10/2026 (9 postingan via Bright Data)

Batasan — yang tidak bisa diklaim

  • Angka engagement adalah snapshot 19/10/2026 dan terus berubah
  • Sampel komentar adalah convenience sample dari video ber-engagement tinggi; jangan diklaim mewakili seluruh publik Indonesia
  • Postingan IG dari hashtag search cenderung ke konten populer lama, bukan terbaru
  • Tidak ada inferensi usia atau jenis kelamin dari profil, nama, atau gaya bahasa

Sumber data

  • Riset mode-analis 10–12/10/2026: volume per platform + pelacakan rantai sumber (KIP 11/3 → sayembara 9/8 → PHPU 10/9 → putusan MK 6/10)
  • Refresh data 19/10/2026: engagement 6 platform (TikTok/IG/Threads via CaptAPI, YouTube Data API, FB via social.search, X via Bright Data 12/10) + sentimen 240 komentar (13/10)
  • Update timeline 17/10/2026: sudut pandang Eka Widodo jadi positif + peristiwa 12–14/10 (arahan PKS, Jimly Asshiddiqie, Guntur Romli)
  • Perkembangan Pansus/pemakzulan 11–13/10/2026 (media sekunder, terverifikasi silang)